Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah

Damaskus (02/05/16)) - "Saya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di Dubai, namun ternyata saya tahu-tahu dijual ke Suriah," uca...

Damaskus (02/05/16)) - "Saya dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di Dubai, namun ternyata saya tahu-tahu dijual ke Suriah," ucap Karsih binti Rasim dengan mata berkaca-kaca.


Tenaga kerja wanita asal Karawang, Jawa Barat, itu mengaku terpikat dengan salah seorang agen di Oman yang menawarkan gaji besar di Dubai.


Karsih adalah salah satu dari ratusan TKW Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia ke Suriah.


Sejak konflik bersenjata meletus di Suriah, Pemerintah RI menerapkan moratorium pengiriman TKI/penata laksana rumah tangga (PLRT) ke Suriah terhitung mulai tanggal 5 September 2011.


Dengan penerapan moratorium itu, TKI yang dikirim ke Suriah dinyatakan sebagai korban perdagangan manusia (tindak pidana perdagangan orang/TPPO) karena dikirim melalui cara yang tidak prosedural dan ilegal.


KBRI Damaskus telah menangani TPPO sebanyak 153 kasus, dengan rincian per tahun 1 (2012); 26 (2013); 16 (2014); 85 (2015); dan 25 kasus hingga April 2016.


Karsih bekerja di Intizhar, Suriah, selama dua tahun dengan tidak mendapatkan gajinya sebesar 150 dolar Amerika Serikat tiap bulan.


Sebelum bekerja di Suriah, lanjut Karsih, dirinya bekerja di Oman selama dua tahun mulai 2011-2013.


"Setelah kontrak kerja habis, saya mau pulang ke Indonesia. Namun agen menawarkan gaji besar untuk bekerja di Dubai. Ternyata saya malah dikirimkan ke Suriah. Di bandara saya dijemput oleh agen yang ada di Suriah dan saya diajak bertemu majikan baru," ujar dia.


Selama bekerja, Karsih mendapatkan pelecehan seksual dari majikan. Hal tersebut seringkali terjadi saat istri majikan sedang berada di luar.


Selain permasalahan gaji, lanjut dia, perlakuan yang tidak senonoh itu memaksa Karsih untuk kabur dari rumah tuannya.


"Kontrak saya tiga tahun dan akan habis akhir 2016. Tapi aku kabur pada Desember 2015 karena gaji tidak dikasih dan mendapatkan pelecehan seksual dari majikan," kata dia.


Ketika kabur, Karsih mendapatkan bantuan dari tetangga rumah dan diantarkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus.


"Saya kabur dari rumah majikan, lari ke jalan. Saat itu tetangga rumah yang merupakan warga Suriah mengantarkan saya ke KBRI Damaskus dengan taksi," ujar dia.


Karsih mengungkapkan, warga Suriah itu mengetahui lokasi KBRI Damaskus karena pernah mengantarkan TKW Indonesia yang ingin pulang ke tanah air.


Pendapat serupa diungkapkan oleh Lena Mariana (28), seorang tenaga kerja yang telah bekerja di Suriah selama empat bulan.


"Saya terpikat dengan gaji besar yang ditawarkan oleh agen untuk bekerja di Abu Dhabi," ujar Lena.


Wanita asal Sukabumi itu pertama kali diperkenalkan sponsor asal Cianjur, kemudian dibawa ke Jakarta. Di Jakarta, Lena ditampung di rumah kontrakan bersama dengan tenaga kerja wanita lainnya.


Lena bersama temannya berpindah-pindah dari rumah kontrakan tiap bulannya.


"Tepatnya pada 16 Maret saya diberangkatkan dari Jakarta ke Kuala Lumpur kemudian ditampung selama 10 hari di sana. Kemudian saya diterbangkan ke Aman, Jordania, pada 26 Maret 2015, lalu menggunakan pesawat kecil langsung ke bandara Damaskus. Sampai di sana, saya kemudian ditahan 15 hari oleh pihak imigrasi kemudian dijemput sama agen di Suriah," ujar dia.


Kemudian, Lena diantar ke rumah majikan di Latakia, Suriah.


"Saya bekerja selama empat bulan di sana. Saya tidak betah karena adanya pelecehan seksual oleh majikan dan saya kabur menggunakan taksi," kata dia.


Hentikan Pengiriman
Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Damaskus Makhya Suminar mengatakan per April 2016, jumlah korban TPPO yang tengah ditampung di shelter dan diperjuangkan oleh KBRI Damaskus sebanyak 18 orang dan diprediksi masih terus bertambah setiap harinya.


"Pengiriman TPPO Di Suriah itu dilakukan oleh Bungawati dan Iyad Masur/Mario di Kuala Lumpur. Jalur reguler: Jakarta-Batam-Kuala Lumpur-Dubai-Abudhabi-Qatar-Oman-Damaskus. Sedangkan jalur baru itu Jakarta-Batam-KL-Istanbul-Beirut-Damaskus. Kemudian, jalur Istanbul Foreign Terorist Fighter (FTF) asal Indonesia yang akan bergabung dengan kelompok teroris di Suriah, seperti ISIS, Jabhat al-Nusra, Jaisy al-Islam, Free Syrian Army (FSA)," ujar Makhya.


Ia mengatakan KBRI Damaskus mengalami kesulitan untuk memulangkan TKW ke Indonesia karena terdapat paspor asli tapi palsu.


"Paspornya asli tapi palsu. Maksudnya, agen TKI yang bernama Iyad Masur di Malaysia membuat penambahan nama sendiri karena untuk masuk ke negara Arab itu minimal dua nama. Misalnya ada TKI namanya Sumiyati, kemudian Iyad menambahkan namanya menjadi Sumiyati binti Maulana," ujar dia.


Di dalam database imigrasi Suriah, lanjutnya, nama yang tercatat itu Maulana.


"Hal tersebut membuat kami kesulitan untuk memulangkan TKW. Ada lima syarat kepulangan TKW yaitu punya paspor, tiket, iqomah (izin tinggal), izin keluar dan menyelesaikan segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan," kata dia.


Selain itu, ada juga paspor yang tidak sesuai dengan KTP yang dimiliki oleh TKI.


"Hal itu terjadi karena paspor dibuatkan langsung oleh agen dan TKI yang mau berangkat itu tidak pernah melengkapi dokumen-dokumennya untuk pengajuan paspor. Dengan kata lain, TKI itu terima beres saja, yang penting kerja di Timur Tengah," ujar dia.


Makhya mengatakan korban TPPO tidak ditempatkan di negara yang dijanjikan, tidak dapat gaji, dianiaya dan dikirim (diperjual-belikan meski tidak sehat jiwa raganya).


"Kita tahu bahwa banyak rakyat Suriah yang mengungsi ke luar negeri akibat konflik bersenjata, sementara perdagangan orang berkedok pengiriman TKI ke negara ini masih terus berlangsung," kata dia.


Makhya mengungkapkan pemerintah Indonesia telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memulangkan TKW dari negeri berbahaya tersebut. Namun, pengiriman TKI masih terus dilakukan secara ilegal.


"Pemerintah sudah mengeluarkan biaya besar loh untuk repatriasi TKW, tapi perdagangan orang ke Suriah masih terus terjadi," kata dia.


Para TKI, lanjutnya, berangkat tanpa kontrak resmi, prosedur dan keahlian. Akhirnya mereka seringkali dianiaya majikan.


"Ada yang berpenyakit hepatitis, TBC, HIV, penyakit jiwa tapi mereka dipaksa terus bekerja. Dan perlu dicatat mereka tidak dibayar oleh majikannya," kata dia.


Untuk mencegah perdagangan manusia di Suriah, lanjutnya, KBRI Damaskus mengirimkan nota verbal, bertemu dengan Kemenlu dan Kemenaker Suriah serta bekerja sama dengan dengan Direktorat Human Trafficking Kepolisian Suriah.


Asimetri Kepentingan
Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus, AM Sidqi mengatakan Indonesia secara sepihak menyatakan moratorium dan penghentian TKI ke negara Suriah.


Karena itu, para TKI yang dikirim pascamoratorium itu merupakan korban perdagangan manusia.


"Namun, pemerintah Suriah masih menganggap korban TPPO itu tenaga kerja resmi. Karena mereka dikirim dengan paspor asli, dibuatkan visa, serta izin tinggal oleh agen maupun majikannya di Suriah," ujar dia.


Asimetri kepentingan disebabkan belum terjadi kesepakatan antara kedua negara dalam bentuk perjanjian internasional terkait pengiriman tenaga kerja.


"Bagi Suriah, Indonesia sebagai salah satu dari enam negara pengirim pembantu rumah tangga (Nigeria, Indonesia, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan Vietnam) berdasarkan Peraturan Perdana Menteri Nomor 81/2006 tentang Pendirian Agen Tenaga Kerja. Peraturan dimaksud dipertegas dengan Surat Menteri Dalam Negeri Suriah Nomor /500/Q.N tertanggal 4 Maret 2012," kata dia.


Akibat asimetri kepentingan itu, pemerintah Suriah tidak mau menerbitkan izin keluar (exit permit) bagi para korban TPPO sebelum masa kontraknya habis.


"Kami mengalami kesulitan untuk memulangkan TKI dari Suriah akibat asimetri kepentingan itu," ujar dia.


Sejatinya, lanjut Sidqi, perdagangan manusia bersumber dari tanah air, sehingga diperlukan ketegasan dalam penegakan hukum di dalam negeri.


Selain itu, pemerintah harus melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Suriah untuk mengeluarkan Indonesia dari daftar negara pengirim TKI di negara yang tersebut.


"Dengan karakteristik perwakilan RI di Suriah penanganan isu TPPO harus dijadikan prioritas," kata dia. (antaranews)

COMMENTS

Name

"Om Telolet Om" juga menular ke artis K-Pop Korea #HumanTrafficking #TKI Korea Ilegal 10 Sandera Abu Sayyaf dibebaskan 132 WNI dideportasi Malaysia 1st Session D 2017 1st Session B 2017 1st Session C 2017 2nd Session A 2017 2nd Session B 2017 3th Session A 2017 3th Session B 2017 3th Session D 2017 4th Session B 2017 4th Session D 3 juta 46 WNI Dievakuasi dari Yaman Lewat Oman 4th Session A Agus Susanto Ahmad Heryawan ahok main pecat Aleppo Memanas ALUR PELAKSANAAN EPS-TOPIK TAHUN INI DAN DENAH LOKASI UJIAN Amnesti kepada WNI Anak TKI Ancaman Indonesia untuk tarik TKI sektor perikanan dari Malaysia Antisipasi TKI Ikut Gerakan Radikal Antisipasi TKI terlibat ISIS Arab Saudi Bank BJB Berita Berita TKI Bisa Banget BNP2TKI BNP2TKI bersama Interpol Tanggulangi Human Trafficking Berkedok TKI BNP2TKI Upayakan Tekan Angka Deportasi BPJS BPJS Ketenagakerjaan Budaya Ziarah Mulia Busanhaeng Cai Lun Cinta Di Sarawak Dijebak Bawa Sabu 4 Kg Download Download Ujian CBT EPS-TOPIK Asli DPR: perkuat diplomasi terkait sektor TKI Drs. Harris Nainggolan Durian Bhineka Bawor EPS-TOPIK EPS-TOPIK 2017 4th Session B EPS-TOPIK 2017 4th Session C EPS-TOPIK TAHUN INI Foto Kegiatan Game Online Berbahaya HAK DAN KEWAJIBAN TKI Hongkong Honor Kerja di Luarnegeri Hukum Kebiri Bisa Bikin Pelaku jadi Psikopat Hukum Kebiri Bisa Bikin Predator Bunuh Diri Hukuman Mati Humor Ibu Tuti Alawiyah Wafat Ima Matul Maisaroh Indonesia juara deportasi Indonesia Minta Amnesti untuk TKI Bermasalah di UEA Info Seputar Korea Selatan Info Terbang Ini Penyebab Masih Banyak TKI Terjebak Masuk Suriah JADWAL PELAKSANAAN UJIAN I (EPS-TOPIK) PBT TAHUN 2017 JADWAL UJIAN EPS-TOPIK Jaminan Sosial TKI Jembatan "Dilarang Bunuh Diri" di Kupang Jepang Jokowi Jokowi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Asia Kamus Per-TKW-an KBRI Amman Selamatkan Hak TKI Hingga USD1 KBRI Pulangkan Lagi 15 TKW dari Suriah KBRI Sedang Upayakan Pencarian TKI Ilegal Korea Kegiatan Belajar Mengajar 2013 Kelas Pemantapan April 2014 Kelilingilah Nusantara keluarga Kemenaker Pastikan 2018 Tak Ada TKI Jadi PRT Kemenlu Janji Bantu Pembebasan TKI Ponorogo Kepala BNP2TKI Kepala BNP2TKI: DYN Terduga teroris Adalah TKI Kepulangan TKI Secara Mandiri Kereta Menuju Busan Kinerja BNP2TKI Kisah Sri Rahayu TKI dari Sumbawa yang terjebak Raqqa Suriah kisah TKI Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah Korban Tindik di Operasi Hindari Deportasi Korea Kebanjiran Turis Indonesia Korea Selatan KPAI Desak Moratorium TKW Lagi Malaysia usir 69 TKI ilegal Majelis Taklim Onair TKW di Taiwan Malaysia Manfaat Bawang Putih Mantan TKI Berdayakan Petani Bangun Wisata Agro Mau jalan-jalan ke Korea? Media di Taiwan Ramai Beritakan Pembunuhan WNI Menaker Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Menaker Serahkan Asuransi PHK bagi TKI Bin Ladin Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel Menaker Tegaskan Kawasan Timur Tengah Tetap Tertutup untuk TKI PRT Menguasai Bahasa Asing Menlu Imbau TKI Tidak Terjebak Ajaran Ekstrim Menteri Hanif: Bohong Besar Ada 10 Juta Pekerja China di RI Menteri Yudi Serius Ingin Pensiunkan Sejuta PNS Secara Dini MH Migran Care Migrant Care MOTIVASI Multi Tafsir TKI Mumpung Masih Muda National Pension Service Novum Banding Vonis TKW Rita NU Taiwan Gelar Tablig Akbar Nusron ke Istana Klarifikasi TKI ISIS Nusron ke Korsel Nusron nyatakan siap rangkap jabatan Opini Opini/Artikel Orang Korea Rajin Merawat Makam Orangutan di Bonbin Inggris Pak Jokowi minta BNP2TKI tingkatkan deradikalisasi Panel Simulasi Ujian CBT EPS-TOPIK Asli PAP 18 - 23 JULI 2016 Park Geun-hye Pasukan Peserta EPS-TOPIK 2013 Pelajaran Dari Setangkai Mawar Penampungan TKI Ilegal PENGEMBALIAN UANG PRA PENDAFTARAN UJIAN Pengiriman TKI ke Qatar dihentikan Peningkatan SDM TKI PERC Perlukah? Perusahaan Bin Laden Saudi PHK Ribuan TKI Piknik ke Korea Bareng Orangtua dengan Bujet Rp 10 juta Piknik ke Korea Bareng Orangtua Itu Tidak Mahal Poltekes Kemenkes Presiden Korsel Program G to G Program G to G Korea Program Kerjasama Pemulihan Cacat Bagi TKI Malaysia Program Upskilling BNP2TKI untuk Tingkatkan TKI Sektor Keperawatan Proses Proses Kerja ke Korea Proses Yang Harus Ditempuh TKI Korea Ilegal Untuk Pulang Ke Indonesia Qatar butuh TKI untuk Piala Dunia 2022 Qishas Quiz EPS-TOPIK Raja Salman rata-rata 200 TKI meninggal setiap tahunnya RI Desak Bin Ladin Group Penuhi Hak TKI Ribuan Anak hasil hubungan gelap TKI Rita Divonis Mati di Malaysia Rupa-rupa scan paspor yang benar SE Sekarang TKI Bisa Kuliah Jarak Jauh Selain Skill TKI Pun Perlu Pendidikan Formal Seoul Sertifikasi Profesi LSP Komputer bagi TKI Malaysia Sertifikat Kompetensi (EPS-TOPIK) SH Siapa itu TKI? Singapura Sisvamedi Skill Test SOAL-SOAL TRYOUT EPS-TOPIK Solok Sosialisasi Proses Penempatan TKI di Purbalingga oleh BNP2TKI Srikandi Indonesia berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS Sulit Mendapat Akte Lahir taiwan perhatikan keperluan TKI muslim TEMAN BERKISAH TENTANG KEHIDUPAN TKI ILEGAL DI KOREA Tersedia tempat nyaman bagi TKI di Taiwan The Political and Economi Risk Consultancy Tips Liburan Pertama Kali Ke Korea Selatan TKI TKI Dewi Sukowati divonis 18 Tahun di Singapura TKI Di Saudi dihimbau Agar Pulang TKI Harus Menabung untuk Masa Depan TKI Indonesia terbanyak di Korea TKI Korea bisa klaim JHT di BPJS-TK TKI Madiun meninggal di Hong Kong TKI menerbitkan buku guide loh TKI Nulis TKI Nulis Surat "Putus" Ke Pacar Inggrisnya TKI Purna Kerja Korea TKI Sektor Keperawatan TKI Simbol Tidak Terciptanya Kesejahteraan Bangsa TKI Taiwan diajari tata cara bertani organik TKI vs TKO TKI yang Dapat Amnesti di Saudi TKW Rita Divonis Gantung di Malaysia TKW Rita Divonis Mati di Malaysia TKW Suriah TKW: Antara Devisa dan Derita Tomy Kurniawan Ts'ai Lun Ujian CBT EPS-TOPIK Asli Upah TKI di Taiwan naik Upah TKI Taiwan Urus paspor TKI ke Malaysia makin mudah Video Viral VIDEO Pria Purwokerto Ini Jadi Tamu VVIP Bertemu Langsung Patrick Kluivert Direktur PSG Vonis TKI Wanita Calon 'Pengantin' ke Istana Pernah Jadi TKI di Oman Warta LPK Wisata Yayasan Panca Karsa Meminta Pemerintah Respon Kasus TKI 부산행
false
ltr
item
lpk-tkimandiri.com: Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah
Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah
lpk-tkimandiri.com
https://www.lpk-tkimandiri.com/2016/05/kisah-tkw-korban-ke-suriah.html
https://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/2016/05/kisah-tkw-korban-ke-suriah.html
true
6922277753581409477
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy