TKI Harus Menabung untuk Masa Depan

Beberapa bulan terakhir ini saya mencoba memahami pola hidup teman-teman pekerja migran di Malaysia. Dalam bebeberapa bulan yang intensif ...


Beberapa bulan terakhir ini saya mencoba memahami pola hidup teman-teman pekerja migran di Malaysia. Dalam bebeberapa bulan yang intensif ini juga saya menemukan persamaan karakter dan kebiasaan hidup antara pekerja migran asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar (tiga dari sekian banyak negara asal pekerja migran di Malaysia).




Karakter TKI di Malaysia
 




Berdasarkan pengamatan dan hasil tanya jawab sederhana yang saya lakukan setiap kali bertemu dengan teman-teman pekerja Indonesia ini adalah mereka merupakan manusia-manusia yang sangat haus akan sebuah perubahan dalam hidup mereka, itulah mengapa mereka rela meninggalkan tanah air mereka untuk mencari penghasilan yang lebih baik di negara orang (Kebetulan ketiga negara ini sama-sama belum bisa memberikan kesempatan pekerjaan dikarenakan berbagai alasan).




Kedua, banyak dari mereka mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap keluarga mereka, baik ke orang tua ataupun saudara saudari mereka. Hal ini dapat dilihat dengan pola hidup mereka yang sering memprioritaskan keluarga di tanah air dibanding kondisi kerja dan hidup mereka di Malaysia. Banyak pekerja Indonesia bahkan memilih untuk mengirim sebagian besar uang gaji mereka ke tanah air dan hidup sangat sederhana di Malaysia.
Karakter ketiga adalah, banyak dari pekerja kita di Malaysia mempunyai attitude atau sikap yang baik,baik terhadap orang lain (bersosial) dan juga attitude terhadap belajar. Artikel saya sebelumnnya yang berjudul ”Tidak ada kata terlambat untuk belajar, bahkan untuk TKI“menunjukan sikap yang positif terhadap pembelajaran diantara mereka. Bahkan ada juga dari mereka memilih lanjut untuk kuliah S1 di Universitas Terbuka (UT), seperti yang di beritakan kawan saya di artikel berjudul ”TKI: Menggali Harapan Bersama Universitas Terbuka“.




Pahlawan Devisa Yang Tidak Punya Tabungan




Ironisnya, dikarenakan keluguan, ketidaktahuan ataupun tidak adanya kerabat yang mengingatkan, karakter-karakter diatas dapat menjelma menjadi penghalang bagi POLA HIDUP MENABUNG pekerja-pekerja kita
Sebagai contohnya, mengirim uang tiap bulannya yang sudah menjadi tanggung jawab moral terkadang menjadi masalah tersediri, Menjadi masalah jika pekerja-pekerja kita mengirim uang secara berlebihan untuk keperluan keluarga yang sesungguhnya tidak urgent. (Sebagai contoh: membelikan adik hp baru agar ikut perkembangan zaman). Alhasil uang yang sangat mungkin untuk di tabung bagi masa depan kini menguap untuk perubahan jangka pendek.




Bagi banyak pekerja kita, situasi diatas adalah normal. Tidak ada yang salah. Normal karena hal diatas nyata membawa perubahan hidup, merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan menunjukan sikap yang baik. Tapi menariknya, banyak pekerja kita juga paham bahwa hal diatas tidak tepat setelah diberikan cara pandang sederhana yang berbeda.




Mas Kok TKI Disuruh Nabung?




“Nah, nanti kalau kontrak habis macam mana? Balik kampung? Terus? Ada uang? Keluarga juga tidak tahu menabung, tidak ada cadangan uang, tidak ada tabungan dalam bentuk tanah atau macam-macam karena semua habis buat hal tersier. Terus gimana? Balik lagi Malaysia? Ngulang lagi dari awal? Hal yang sama, balik kampung, sama lagi..terus..menjadi TKI lagi? Menjadi TKI seharusnya bukan menjadi sebuah hal yang abadi!”
Banyak teman-teman sangat cepat menangkap pemahaman diatas. Banyak juga yang setuju dengan cara pandang diatas. Saat pemahaman diatas sudah dipahami, ide untuk menabung menjadi sangat mudah diterima.
Menurut saya, inisiatif menabung harus ada diantara pekerja-pekerja kita. Karena sejauh ini belum ada sistem atau program dari pemerintah yang efektif untuk memberdayakan TKI purna (TKI yang sudah kembali ke tanah air) walaupun potensinya besar – modal usaha, pengalaman teknik, pengalaman bekerja dilingkungan yang berbeda dan keberanian untuk mencoba yang besar.




Kemudian, kondisi ekonomi Indonesia yang tidak baik di sektor mikro dan kurang adanya kemudahan dalam peminjaman uang ke masyarakat kecil harus menjadi pertimbangan TKI untuk menyimpan uang demi masa depan. Paling tidak uang yang ditabung bisa menjadi cadangan dimasa genting ataupun sebagai modal usaha jika memungkinkan.




Inisiatif menabung diantara pekerja-pekerja kita juga menjadi solusi keabsenan implementasiUndang-undang Nomor : 39 tahun 2004, pasal 3, yang fokus dalam meningkatkan kesejahteraan TKI dan keluarganya.




Indonesia bukanlah sendiri, pekerja asal Bangladesh juga mengalami hal serupa. Tidak adanya program atau sistem untuk memberdayakan pekerjanya yang sudah selesai kontrak kerja, mendorong banyak pekerja Bangladesh pandai-pandai mencari cara lain untuk mengsejahterahkan diri mereka dan keluarga secara mandiri.




Apa Iya TKI Bisa Menabung?




Di Malaysia, dari data yang saya kumpulkan, TKI bisa-bisa saja menabung jika niat. Bagi buruh kilang(pabrik) manufaktur, rata-rata gaji pokok sebesar RM 650 (harmpir 2 juta rupiah), namun jika ambil overtime pendapat perbulan rata-rata bisa mencapai RM 1200-1450. Dengan jumlah ini 80% pekerja dapat menabung, terutama yang belum berkeluarga. Gaji TKI PRT sebelum adanya kenaikan upah minimum RM 600 juga bisa untuk ditabung. Gaji buruh bangunan rata-rata RM 1300 juga ada kemungkinan untuk menabung.




Dari contoh diawal artikel ini, saya mencoba menyarankan RM 100 dari uang yang dikirmkan ke kampung sebagai uang yang harus ditabung. Banyak yang menyanggupi dan merasa keluarga juga tidak keberatan. Dari RM 600 yang keluarga terima, saya juga sarankan untuk sedikit besar di tabung, antara RM 50-RM 100. Ini pun bisa disanggupi.




Jika kedua pihak – pengirim dan keluarga pengirim – sama-sama menabung RM 100 per bulan maka perbulan ada RM 200 ditabung. setahun ada RM 2400 yang bisa di tabung. Jika kontrak kerja adalah 3 tahun umpama, maka uang yang bisa ditabung adalah sebesar RM 7200 atau sama dengan 21,5 juta rupiah.
Singkat kata, uang yang bisa ditabung untuk masa depan bisa saja dikumpulkan jika niat.




TKI, Bank dan Pemerintah




Usaha dari ketiga pihak, TKI, bank dan pemerintah adalah penting.




Pekerja-pekerja Indonesia di Malaysia dan di mana saja harus memahami pentingnya menabung walaupun sekecil apapun. Jika memang tantangan untuk menabung adalah tidak adanya faktor pengingat, maka mulailah membentuk kumpulan menabung dengan kawan-kawan terdekat untuk menabung bersama-sama dan saling mengingatkan. Kehadiran kawan-kawan dalam usaha menabung sering disebut sebagai faktor penting dalam menjamin kelanjutan usaha menabung.




Pekerja-pekerja juga dapat memulai menabung dengan ikut mengikutsertakan atau memberikan pemahaman ke anggota keluarga akan pentingnya menabung. Peran dan keikutsertaan keluarga sangat penting karena banyak pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kuangan masih berada di tangan keluarga walaupun jarak memisahkan. Membeli tanah sebagai bentuk investasi bisa juga menjadi pilihan bagi para pekerja untuk menabung.




Bank mempunyai peran moral sosial dan sekaligus kesempatan berbisnis dalam hal menabung di kalangan pekerja. Bank dapat membuat produk investasi atau sejenisnya yang cara bekerjanya adalah memutar uang yang terkumpulkan untuk investasi ke sektor yang mempunyai return on investment yang stabil. Hal ini di satu sisi membeirkan keuntungan untuk bank dan bagi pekerja mereka dapat menerima deviden atau semacamnya. Bank BNI, Bank Mandiri dan utamanya Bank CIMB Niaga mempunyai kesempatan besar di Malaysia dalam menggarap pasar ini.




Pemerintah sebagai pelindung dan sekaligus pembuat kebijakan diharapkan dapat lebih mempercepat penerapan kebijakan untuk meningkatkan kesejehtaraan TKI di Malaysia dan di negara-negara lain.




Pemerintah Indonesia bisa bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk menciptakan kebijakan forced saving atau memaksa pekerja untuk menyisihkan uangnya selama kontrak bekerja dan bisa diambil saat kontrak kerja habis. Konsep forced saving di kalangan masyarakat Malaysia bukanlah hal yang baru. Di Malaysia, konsep ini diterapkan dalam program KWSP atau Kumpulan Wang Simpanan Pekerja yang dimana mengharuskan pekerja Malaysia untuk menyimpan 11% dari gaji bulanan mereka. Majikan juga dipaksa untuk menabung 13% dari gaji pekerja. Alhasil pekerja malaysia yang mendapat gaji diatas Rm 1500 setiap bulannya dapat menabung 24%. Apa yang terjadi saat hari tua atau masa pensiun tiba? Uang tabungan selama bertahun-tahun siap untuk diambil untuk masa pensiun atau masa tua.




Pemerintah Indonesia juga harus melanjutkan usaha yang ada dalam pengimplementasian program pemberdayaan TKI Purna. latihan kewirausahwan, latihan pengelolaan keuangan (menabung, mengelola pinjaman, mirim dan menerima uang kiriman) dan kebijakan mempermudah pembiayaan usaha kecil menengah menjadi beberapa saran yang bisa dipertimbangkan.




Menjadi TKI Bukanlah sesuatu yang abadi. Jadikan kesempatan ini untuk mencari pengalaman dan mengumpulkan modal. /tkisuksesmandiri

COMMENTS

Name

"Om Telolet Om" juga menular ke artis K-Pop Korea #HumanTrafficking #TKI Korea Ilegal 10 Sandera Abu Sayyaf dibebaskan 132 WNI dideportasi Malaysia 1st Session D 2017 1st Session B 2017 1st Session C 2017 2nd Session A 2017 2nd Session B 2017 3th Session A 2017 3th Session B 2017 3th Session D 2017 4th Session B 2017 4th Session D 3 juta 46 WNI Dievakuasi dari Yaman Lewat Oman 4th Session A Agus Susanto Ahmad Heryawan ahok main pecat Aleppo Memanas ALUR PELAKSANAAN EPS-TOPIK TAHUN INI DAN DENAH LOKASI UJIAN Amnesti kepada WNI Anak TKI Ancaman Indonesia untuk tarik TKI sektor perikanan dari Malaysia Antisipasi TKI Ikut Gerakan Radikal Antisipasi TKI terlibat ISIS Arab Saudi Bank BJB Berita Berita TKI Bisa Banget BNP2TKI BNP2TKI bersama Interpol Tanggulangi Human Trafficking Berkedok TKI BNP2TKI Upayakan Tekan Angka Deportasi BPJS BPJS Ketenagakerjaan Budaya Ziarah Mulia Busanhaeng Cai Lun Cinta Di Sarawak Dijebak Bawa Sabu 4 Kg Download Download Ujian CBT EPS-TOPIK Asli DPR: perkuat diplomasi terkait sektor TKI Drs. Harris Nainggolan Durian Bhineka Bawor EPS-TOPIK EPS-TOPIK 2017 4th Session B EPS-TOPIK 2017 4th Session C EPS-TOPIK TAHUN INI Foto Kegiatan Game Online Berbahaya HAK DAN KEWAJIBAN TKI Hongkong Honor Kerja di Luarnegeri Hukum Kebiri Bisa Bikin Pelaku jadi Psikopat Hukum Kebiri Bisa Bikin Predator Bunuh Diri Hukuman Mati Humor Ibu Tuti Alawiyah Wafat Ima Matul Maisaroh Indonesia juara deportasi Indonesia Minta Amnesti untuk TKI Bermasalah di UEA Info Seputar Korea Selatan Info Terbang Ini Penyebab Masih Banyak TKI Terjebak Masuk Suriah JADWAL PELAKSANAAN UJIAN I (EPS-TOPIK) PBT TAHUN 2017 JADWAL UJIAN EPS-TOPIK Jaminan Sosial TKI Jembatan "Dilarang Bunuh Diri" di Kupang Jepang Jokowi Jokowi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Asia Kamus Per-TKW-an KBRI Amman Selamatkan Hak TKI Hingga USD1 KBRI Pulangkan Lagi 15 TKW dari Suriah KBRI Sedang Upayakan Pencarian TKI Ilegal Korea Kegiatan Belajar Mengajar 2013 Kelas Pemantapan April 2014 Kelilingilah Nusantara keluarga Kemenaker Pastikan 2018 Tak Ada TKI Jadi PRT Kemenlu Janji Bantu Pembebasan TKI Ponorogo Kepala BNP2TKI Kepala BNP2TKI: DYN Terduga teroris Adalah TKI Kepulangan TKI Secara Mandiri Kereta Menuju Busan Kinerja BNP2TKI Kisah Sri Rahayu TKI dari Sumbawa yang terjebak Raqqa Suriah kisah TKI Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah Korban Tindik di Operasi Hindari Deportasi Korea Kebanjiran Turis Indonesia Korea Selatan KPAI Desak Moratorium TKW Lagi Malaysia usir 69 TKI ilegal Majelis Taklim Onair TKW di Taiwan Malaysia Manfaat Bawang Putih Mantan TKI Berdayakan Petani Bangun Wisata Agro Mau jalan-jalan ke Korea? Media di Taiwan Ramai Beritakan Pembunuhan WNI Menaker Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Menaker Serahkan Asuransi PHK bagi TKI Bin Ladin Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel Menaker Tegaskan Kawasan Timur Tengah Tetap Tertutup untuk TKI PRT Menguasai Bahasa Asing Menlu Imbau TKI Tidak Terjebak Ajaran Ekstrim Menteri Hanif: Bohong Besar Ada 10 Juta Pekerja China di RI Menteri Yudi Serius Ingin Pensiunkan Sejuta PNS Secara Dini MH Migran Care Migrant Care MOTIVASI Multi Tafsir TKI Mumpung Masih Muda National Pension Service Novum Banding Vonis TKW Rita NU Taiwan Gelar Tablig Akbar Nusron ke Istana Klarifikasi TKI ISIS Nusron ke Korsel Nusron nyatakan siap rangkap jabatan Opini Opini/Artikel Orang Korea Rajin Merawat Makam Orangutan di Bonbin Inggris Pak Jokowi minta BNP2TKI tingkatkan deradikalisasi Panel Simulasi Ujian CBT EPS-TOPIK Asli PAP 18 - 23 JULI 2016 Park Geun-hye Pasukan Peserta EPS-TOPIK 2013 Pelajaran Dari Setangkai Mawar Penampungan TKI Ilegal PENGEMBALIAN UANG PRA PENDAFTARAN UJIAN Pengiriman TKI ke Qatar dihentikan Peningkatan SDM TKI PERC Perlukah? Perusahaan Bin Laden Saudi PHK Ribuan TKI Piknik ke Korea Bareng Orangtua dengan Bujet Rp 10 juta Piknik ke Korea Bareng Orangtua Itu Tidak Mahal Poltekes Kemenkes Presiden Korsel Program G to G Program G to G Korea Program Kerjasama Pemulihan Cacat Bagi TKI Malaysia Program Upskilling BNP2TKI untuk Tingkatkan TKI Sektor Keperawatan Proses Proses Kerja ke Korea Proses Yang Harus Ditempuh TKI Korea Ilegal Untuk Pulang Ke Indonesia Qatar butuh TKI untuk Piala Dunia 2022 Qishas Quiz EPS-TOPIK Raja Salman rata-rata 200 TKI meninggal setiap tahunnya RI Desak Bin Ladin Group Penuhi Hak TKI Ribuan Anak hasil hubungan gelap TKI Rita Divonis Mati di Malaysia Rupa-rupa scan paspor yang benar SE Sekarang TKI Bisa Kuliah Jarak Jauh Selain Skill TKI Pun Perlu Pendidikan Formal Seoul Sertifikasi Profesi LSP Komputer bagi TKI Malaysia Sertifikat Kompetensi (EPS-TOPIK) SH Siapa itu TKI? Singapura Sisvamedi Skill Test SOAL-SOAL TRYOUT EPS-TOPIK Solok Sosialisasi Proses Penempatan TKI di Purbalingga oleh BNP2TKI Srikandi Indonesia berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS Sulit Mendapat Akte Lahir taiwan perhatikan keperluan TKI muslim TEMAN BERKISAH TENTANG KEHIDUPAN TKI ILEGAL DI KOREA Tersedia tempat nyaman bagi TKI di Taiwan The Political and Economi Risk Consultancy Tips Liburan Pertama Kali Ke Korea Selatan TKI TKI Dewi Sukowati divonis 18 Tahun di Singapura TKI Di Saudi dihimbau Agar Pulang TKI Harus Menabung untuk Masa Depan TKI Indonesia terbanyak di Korea TKI Korea bisa klaim JHT di BPJS-TK TKI Madiun meninggal di Hong Kong TKI menerbitkan buku guide loh TKI Nulis TKI Nulis Surat "Putus" Ke Pacar Inggrisnya TKI Purna Kerja Korea TKI Sektor Keperawatan TKI Simbol Tidak Terciptanya Kesejahteraan Bangsa TKI Taiwan diajari tata cara bertani organik TKI vs TKO TKI yang Dapat Amnesti di Saudi TKW Rita Divonis Gantung di Malaysia TKW Rita Divonis Mati di Malaysia TKW Suriah TKW: Antara Devisa dan Derita Tomy Kurniawan Ts'ai Lun Ujian CBT EPS-TOPIK Asli Upah TKI di Taiwan naik Upah TKI Taiwan Urus paspor TKI ke Malaysia makin mudah Video Viral VIDEO Pria Purwokerto Ini Jadi Tamu VVIP Bertemu Langsung Patrick Kluivert Direktur PSG Vonis TKI Wanita Calon 'Pengantin' ke Istana Pernah Jadi TKI di Oman Warta LPK Wisata Yayasan Panca Karsa Meminta Pemerintah Respon Kasus TKI 부산행
false
ltr
item
lpk-tkimandiri.com: TKI Harus Menabung untuk Masa Depan
TKI Harus Menabung untuk Masa Depan
lpk-tkimandiri.com
https://www.lpk-tkimandiri.com/2017/02/tki-harus-menabung-untuk-masa-depan.html
https://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/2017/02/tki-harus-menabung-untuk-masa-depan.html
true
6922277753581409477
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy