Menguasai Bahasa Asing

Saya mulai belajar bahasa Jepang bulan Maret tahun 1996. Sebelum itu saya tidak pernah belajar sama sekali. Pengetahuan saya nol. Bukan Dese...

Saya mulai belajar bahasa Jepang bulan Maret tahun 1996. Sebelum itu saya tidak pernah belajar sama sekali. Pengetahuan saya nol.


Bukan Desember di tahun yang sama, 9 bulan kemudian, saya ikut tes kemampuan bahasa Jepang Level 2 dan lulus. Pelatihan bahasa Jepang berlanjut, sampai genap setahun saya belajar.


Hasilnya? Saya bisa berkomunikasi dengan lancar, baik secara lisan maupun tulisan. Saya sanggup memahami kuliah-kuliah fisika dan teknik dalam bahasa Jepang, kemudian melakukan berbagai presentasi ilmiah dan menulis karya tulis ilmiah dalam bahasa Jepang.


Bagaimana menguasai bahasa asing? Jawaban atas pertanyaan ini adalah sesuatu yang serius, sampai ia menjadi sebuah bidang ilmu yang disebut second language acqusition (SLA). Prinsip dasarnya terkait dengan bagaimana otak manusia bekerja.


Fondasi belajar bahasa asing adalah meniru, sebagaimana kita belajar bahasa ibu. Tentu saja dengan beberapa perbedaan. Pada saat kita belajar bahasa ibu, otak kita masih dalam masa pertumbuhan. Artinya, kita belum memiliki kesadaran yang baik.


Orang dewasa yang belajar bahasa asing sudah memiliki kesadaran tertentu. Orang dewasa juga sudah “terisi” dengan kemampuan bahasa ibu, sehingga nalar bahasanya sudah terbentuk. Bahasa ibu akan mempengaruhi pula kemampuan seseorang melafalkan bahasa asing yang ia pelajari.


Perbedaan-perbedaan di atas bisa menjadi sebuah hambatan, tapi pada saat yang sama bisa menjadi dukungan bagi penguasaan bahasa asing.


Anak-anak bisa cepat menguasai bahasa, tapi juga cepat lupa. Itu karena mereka semata meniru saja. Orang dewasa meniru sambil membuat struktur yang sistematis. Dalam kasus tertantu cara ini lebih efektif dari sekedar meniru.


Ketika saya belajar bahasa Jepang, hal utama yang saya lakukan adalah meniru dan melafalkan.


Guru saya membuat contoh 2-3 kalimat. Saya pahami makna dan struktur kalimatnya, lalu saya buat kalimat saya sendiri dengan mengganti kata-kata yang ia pakai. Saya lakukan berulang-ulang sampai saya bisa menggunakan kalimat itu.


Kita sering terjebak, mengira bahwa belajar bahasa itu sama dengan menghafal kosa kata. Salah. Ada ribuan kata yang mesti kita hafal, dan itu mustahil bisa kita lakukan.


Tidak sedikit pula yang terpaku untuk menghafal struktur kalimat. Bahasa kemudian diperlakukan seperti kumpulan rumus-rumus matematika.


Yang kita lakukan dalam belajar bahasa adalah mengingat ekspresi. Eskpresi itu mengandung struktur kalimat, sekaligus kosa kata.


Kita hanya bisa mengingat ekspresi dengan mengucapkannya berulang-ulang, dan mendengar orang lain mengucapkannya. Maka cara paling efektif dalam belajar bahasa adalah dengan menggunakannya.


Banyak orang yang belajar bahasa asing, tapi tak kunjung bisa. Kenapa? Karena tidak digunakan.


Pengalaman saya kursus bahasa Inggris selama bertahun-tahun, di kelas selalu saja ada peserta yang duduk di pojok, hanya mendengarkan, tak pernah bicara.




[caption id="attachment_1752" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi belajar bahasa asing[/caption]


Orang-orang seperti ini tidak akan pernah bisa menguasai suatu bahasa. Banyak orang bisa mengira akan bisa berbahasa tanpa memakainya. Itu sebuah kesalahan besar.


Ada pertanyaan berbau dilemma tentang belajar bahasa. Pentingkah belajar tata bahasa? Apakah tidak lebih baik mencoba bicara saja dengan mengabaikan tetek bengek tata bahasa?


Pertanyaan ini muncul dari kesalah pahaman tentang proses belajar bahasa. Tanpa tata bahasa tidak mungkin kita akan menghasilkan kalimat (ungkapan) yang bermakna. Jadi jelas, tata bahasa itu penting.


Namun yang sering terjadi adalah, seperti yang saya tulis di atas, orang belajar bahasa dengan mencoba mengingat atau bahkan menghafal tata bahasa. Padahal tata bahasa (struktur kalimat dan sebagainya) diingat bersama kosa kata, dengan memakainya. Jadi, berbicaralah, dan berbicaralah dengan tata bahasa yang benar.


Kesalahan lain soal belajar bahasa adalah orang mengira prosesnya bisa instan. Saya belajar bahasa Jepang sampai mahir selama setahun penuh.


Itu saya lakukan melalui pelatihan intensif, 35 jam seminggu. Bila intensitasnya kurang dari itu, maka diperlukan waktu lebih lama lagi.


Jadi jangan pernah percaya dengan iklan yang menawarkan paket mahir bahasa asing dalam waktu 2-3 bulan, atau hanya beberapa minggu saja.


Ingat, cara terbaik dalam belajar bahasa asing adalah dengan memakainya.



/Hasanudin Abdurakhman

COMMENTS

Name

"Om Telolet Om" juga menular ke artis K-Pop Korea #HumanTrafficking #TKI Korea Ilegal 10 Sandera Abu Sayyaf dibebaskan 132 WNI dideportasi Malaysia 1st Session D 2017 1st Session B 2017 1st Session C 2017 2nd Session A 2017 2nd Session B 2017 3th Session A 2017 3th Session B 2017 3th Session D 2017 4th Session B 2017 4th Session D 3 juta 46 WNI Dievakuasi dari Yaman Lewat Oman 4th Session A Agus Susanto Ahmad Heryawan ahok main pecat Aleppo Memanas ALUR PELAKSANAAN EPS-TOPIK TAHUN INI DAN DENAH LOKASI UJIAN Amnesti kepada WNI Anak TKI Ancaman Indonesia untuk tarik TKI sektor perikanan dari Malaysia Antisipasi TKI Ikut Gerakan Radikal Antisipasi TKI terlibat ISIS Arab Saudi Bank BJB Berita Berita TKI Bisa Banget BNP2TKI BNP2TKI bersama Interpol Tanggulangi Human Trafficking Berkedok TKI BNP2TKI Upayakan Tekan Angka Deportasi BPJS BPJS Ketenagakerjaan Budaya Ziarah Mulia Busanhaeng Cai Lun Cinta Di Sarawak Dijebak Bawa Sabu 4 Kg Download Download Ujian CBT EPS-TOPIK Asli DPR: perkuat diplomasi terkait sektor TKI Drs. Harris Nainggolan Durian Bhineka Bawor EPS-TOPIK EPS-TOPIK 2017 4th Session B EPS-TOPIK 2017 4th Session C EPS-TOPIK TAHUN INI Foto Kegiatan Game Online Berbahaya HAK DAN KEWAJIBAN TKI Hongkong Honor Kerja di Luarnegeri Hukum Kebiri Bisa Bikin Pelaku jadi Psikopat Hukum Kebiri Bisa Bikin Predator Bunuh Diri Hukuman Mati Humor Ibu Tuti Alawiyah Wafat Ima Matul Maisaroh Indonesia juara deportasi Indonesia Minta Amnesti untuk TKI Bermasalah di UEA Info Seputar Korea Selatan Info Terbang Ini Penyebab Masih Banyak TKI Terjebak Masuk Suriah JADWAL PELAKSANAAN UJIAN I (EPS-TOPIK) PBT TAHUN 2017 JADWAL UJIAN EPS-TOPIK Jaminan Sosial TKI Jembatan "Dilarang Bunuh Diri" di Kupang Jepang Jokowi Jokowi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Asia Kamus Per-TKW-an KBRI Amman Selamatkan Hak TKI Hingga USD1 KBRI Pulangkan Lagi 15 TKW dari Suriah KBRI Sedang Upayakan Pencarian TKI Ilegal Korea Kegiatan Belajar Mengajar 2013 Kelas Pemantapan April 2014 Kelilingilah Nusantara keluarga Kemenaker Pastikan 2018 Tak Ada TKI Jadi PRT Kemenlu Janji Bantu Pembebasan TKI Ponorogo Kepala BNP2TKI Kepala BNP2TKI: DYN Terduga teroris Adalah TKI Kepulangan TKI Secara Mandiri Kereta Menuju Busan Kinerja BNP2TKI Kisah Sri Rahayu TKI dari Sumbawa yang terjebak Raqqa Suriah kisah TKI Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah Korban Tindik di Operasi Hindari Deportasi Korea Kebanjiran Turis Indonesia Korea Selatan KPAI Desak Moratorium TKW Lagi Malaysia usir 69 TKI ilegal Majelis Taklim Onair TKW di Taiwan Malaysia Manfaat Bawang Putih Mantan TKI Berdayakan Petani Bangun Wisata Agro Mau jalan-jalan ke Korea? Media di Taiwan Ramai Beritakan Pembunuhan WNI Menaker Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Menaker Serahkan Asuransi PHK bagi TKI Bin Ladin Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel Menaker Tegaskan Kawasan Timur Tengah Tetap Tertutup untuk TKI PRT Menguasai Bahasa Asing Menlu Imbau TKI Tidak Terjebak Ajaran Ekstrim Menteri Hanif: Bohong Besar Ada 10 Juta Pekerja China di RI Menteri Yudi Serius Ingin Pensiunkan Sejuta PNS Secara Dini MH Migran Care Migrant Care MOTIVASI Multi Tafsir TKI Mumpung Masih Muda National Pension Service Novum Banding Vonis TKW Rita NU Taiwan Gelar Tablig Akbar Nusron ke Istana Klarifikasi TKI ISIS Nusron ke Korsel Nusron nyatakan siap rangkap jabatan Opini Opini/Artikel Orang Korea Rajin Merawat Makam Orangutan di Bonbin Inggris Pak Jokowi minta BNP2TKI tingkatkan deradikalisasi Panel Simulasi Ujian CBT EPS-TOPIK Asli PAP 18 - 23 JULI 2016 Park Geun-hye Pasukan Peserta EPS-TOPIK 2013 Pelajaran Dari Setangkai Mawar Penampungan TKI Ilegal PENGEMBALIAN UANG PRA PENDAFTARAN UJIAN Pengiriman TKI ke Qatar dihentikan Peningkatan SDM TKI PERC Perlukah? Perusahaan Bin Laden Saudi PHK Ribuan TKI Piknik ke Korea Bareng Orangtua dengan Bujet Rp 10 juta Piknik ke Korea Bareng Orangtua Itu Tidak Mahal Poltekes Kemenkes Presiden Korsel Program G to G Program G to G Korea Program Kerjasama Pemulihan Cacat Bagi TKI Malaysia Program Upskilling BNP2TKI untuk Tingkatkan TKI Sektor Keperawatan Proses Proses Kerja ke Korea Proses Yang Harus Ditempuh TKI Korea Ilegal Untuk Pulang Ke Indonesia Qatar butuh TKI untuk Piala Dunia 2022 Qishas Quiz EPS-TOPIK Raja Salman rata-rata 200 TKI meninggal setiap tahunnya RI Desak Bin Ladin Group Penuhi Hak TKI Ribuan Anak hasil hubungan gelap TKI Rita Divonis Mati di Malaysia Rupa-rupa scan paspor yang benar SE Sekarang TKI Bisa Kuliah Jarak Jauh Selain Skill TKI Pun Perlu Pendidikan Formal Seoul Sertifikasi Profesi LSP Komputer bagi TKI Malaysia Sertifikat Kompetensi (EPS-TOPIK) SH Siapa itu TKI? Singapura Sisvamedi Skill Test SOAL-SOAL TRYOUT EPS-TOPIK Solok Sosialisasi Proses Penempatan TKI di Purbalingga oleh BNP2TKI Srikandi Indonesia berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS Sulit Mendapat Akte Lahir taiwan perhatikan keperluan TKI muslim TEMAN BERKISAH TENTANG KEHIDUPAN TKI ILEGAL DI KOREA Tersedia tempat nyaman bagi TKI di Taiwan The Political and Economi Risk Consultancy Tips Liburan Pertama Kali Ke Korea Selatan TKI TKI Dewi Sukowati divonis 18 Tahun di Singapura TKI Di Saudi dihimbau Agar Pulang TKI Harus Menabung untuk Masa Depan TKI Indonesia terbanyak di Korea TKI Korea bisa klaim JHT di BPJS-TK TKI Madiun meninggal di Hong Kong TKI menerbitkan buku guide loh TKI Nulis TKI Nulis Surat "Putus" Ke Pacar Inggrisnya TKI Purna Kerja Korea TKI Sektor Keperawatan TKI Simbol Tidak Terciptanya Kesejahteraan Bangsa TKI Taiwan diajari tata cara bertani organik TKI vs TKO TKI yang Dapat Amnesti di Saudi TKW Rita Divonis Gantung di Malaysia TKW Rita Divonis Mati di Malaysia TKW Suriah TKW: Antara Devisa dan Derita Tomy Kurniawan Ts'ai Lun Ujian CBT EPS-TOPIK Asli Upah TKI di Taiwan naik Upah TKI Taiwan Urus paspor TKI ke Malaysia makin mudah Video Viral VIDEO Pria Purwokerto Ini Jadi Tamu VVIP Bertemu Langsung Patrick Kluivert Direktur PSG Vonis TKI Wanita Calon 'Pengantin' ke Istana Pernah Jadi TKI di Oman Warta LPK Wisata Yayasan Panca Karsa Meminta Pemerintah Respon Kasus TKI 부산행
false
ltr
item
lpk-tkimandiri.com: Menguasai Bahasa Asing
Menguasai Bahasa Asing
https://lpkglobal.com/wp-content/uploads/2017/03/Ilustrasi-belajar-bahasa-asing-1-300x150.jpg
lpk-tkimandiri.com
https://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/menguasai-bahasa-asing.html
https://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/menguasai-bahasa-asing.html
true
6922277753581409477
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy