Satu Desa TKI di Lombok, 350 Anak Ditinggalkan oleh Orang Tua

Jakarta -_  Puluhan anak tampak antusias membaca buku-buku bacaan di teras sebuah rumah di Desa Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tengg...

Jakarta -_ Puluhan anak tampak antusias membaca buku-buku bacaan di teras sebuah rumah di Desa Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Satu ruang di samping teras juga penuh dengan anak yang mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. Ada pula kelompok bermain di sudut. Di halaman depan, anak-anak kecil dengan formasi bundar bernyanyi bersama.


Jika ditotal, setidaknya terdapat 40 anak usia sekolah, sebagian besar anak-anak yang ditinggalkan oleh ibu dan bapak untuk mencari nafkah di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).


Itulah suasana kelompok belajar Smart Class Dua Bersaudara. Diadakan setiap sore di rumah kader desa Suprihatin dan saudaranya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak TKI.


"Kegiatan belajar ini dapat menjadi saluran bagus bagi mereka agar mereka tidak terlalu bersedih karena ditinggal oleh ibu mereka dan bahkan oleh kedua orang tua mereka," jelas Suprihatin.


Semula kegiatan belajar dan bermain tidak direncanakan diadakan setiap sore, tetapi menurut Suprihatin, anak-anak justru datang setiap hari.


Hampir Rp1 triliun


Kelompok belajar untuk anak-anak buruh migran seperti Smart Class Dua Bersaudara mudah dijumpai di Desa Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.


Berdasarkan penelitian Yayasan Tunas Alam Indonesia (Santai) tahun 2015, di desa tersebut terdapat lebih dari 350 anak (0-18 tahun) yang ditinggal oleh ibu atau bapak dan bahkan keduanya untuk bekerja di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Hong Hong dan negara-negara Timur Tengah. Jumlah yang hampir sama juga ditemukan di desa tetangganya, Lenek Lauk.


"Kita tidak bisa membayangkan kalau kemudian satu desa rata-rata sekitar 300 anak dan di Kabupaten Lombok Timur ada sekitar 250 desa berapa jumlah keseluruhan," kata Suharti, direktur Yayasan Tunas Alam Indonesia, yang melakukan pendampingan anak-anak buruh migran di kabupaten itu.




[caption id="attachment_1786" align="alignleft" width="458"] Menurut Suharti, banyaknya anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka untuk mencari kerja patut segera diantisipasi sebab dapat menimbulkan masalah sosial[/caption]

Lombok Timur tercatat sebagai kabupaten pengirim tenaga kerja terbesar ke luar negeri dengan jumlah 15.000 lebih pada 2016 berdasarkan data pemerintah setempat. Setiap tahun mereka mengirimkan uang dalam jumlah besar untuk sebuah kabupaten yang miskin. Pada 2016, jumlah remitensi tercatat Rp820 miliar, belum termasuk uang yang dikirim pulang tanpa melalui bank ,misalnya lewat teman atau tetangga yang pulang. Tahun sebelumnya jumlah kiriman TKI ke Lombok Timur Rp966 miliar.


Di Desa Wanasaba mayoritas yang merantau adalah perempuan, sedangkan di Desa Lenek Lauk sebagian besar yang menjadi buruh migran adalah laki-laki. Hampir setiap rumah punya anggota keluarga yang bekerja di luar negeri sebagai pekerja domestik atau pekerja perkebunan dan pekerja-pekerja kasar lain.


Adapun pendorong kepergian mereka dari desa-desa yang mata pencaharian penduduknya bertani itu adalah faktor ekonomi.


"Lemahnya perekonomian di Desa Lenek Lauk, kurangnya lapangan kerja sehingga mereka pergi ke luar negeri. Ketika kami persentasikan sesuai dengan pantauan kami di desa, persentasi masyarakat Lenek Lauk -kalau laki-laki yang pergi ke Malaysia sampai 80%,'' kata Kepala Desa Lenek Lauk, M. Zaini.


''Sebenarnya masyarakat kami sering mengeluh. 'Seandainya pak kepala, ada lapangan kerja di Lombok ini, bukan hanya di skala Lenek Lauk maka kami tidak mungkin pergi ke luar negeri. Karena meninggalkan keluarga, anak, sanak famili sangat berat rasanya,'' tambahnya kepada wartawan BBC, Rohmatin Bonasir.




[caption id="attachment_1787" align="alignnone" width="454"] Mayoritas pencaharian penduduk DesaWanasaba danLenek Lauk adalah petani dan buruh tani namun sebagian dari mereka merasa hasil pertanian tidak sesuai dengan ongkos produksi dan keperluan hidup[/caption]

Hasil jerih payah TKI tampak nyata di kedua desa. Rumah-rumah bata berdiri kokoh dengan atap genteng, di depan rumah diparkir sepeda motor bahkan ada yang lebih dari satu, warga mengolah lahan pertanian yang subur. Namun demikian, diakui oleh M.Zaini, tidak semua warganya berhasil mengumpulkan uang sebagaimana yang direncanakan. Banyak pula yang tidak mujur dan ditipu oleh para calo tenaga kerja, sementara di desa mereka sudah meminjam uang atau menjual tanah untuk biaya keberangkatan ke luar negeri.



Nikah dini


Bagaimanapun ketidakhadiran orang tua di antara anak-anak mereka menimbulkan persoalan lain. Penelitian Yayasan Tunas Alam Indonesia (Santai) yang melakukan pendampingan anak-anak buruh migran di Lombok Timur menunjukkan kecenderungan pernikahan di bawah umur ( 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki) di dua desa; Lenek Lauk dan Wanasaba.


''Kasus anak yang menikah di usia anak tersebut ada sekitar 136 orang anak dan sekitar 100 pasang adalah sesama anak buruh migran,'' ungkap Kepala Divisi Pemberdayaan Anak, Pemuda dan Masyarakat di Yayasan Santai, Zurhan Afriadi.




[caption id="attachment_1790" align="alignleft" width="491"] Para siswi dari keluarga buruh migran diLenek Lauk, Lombok Timur, pulang dari sekolah. Pendidikan diharapkan dapat mencegah pernikahan dini di kalangan anak-anak buruh migran.[/caption]

Penyebabnya, menurut Zurhan, setidaknya ada dua.


''Salah satunya karena kurang pengawasan dari orang tua karena ibu atau bapaknya harus bekerja ke luar negeri dan anak-anak tersebut dititipkan bersama kakek, nenek dan pamannya jadi pengawasan terhadap anak bisa jadi agal longgar. Dan itu menyebabkan anak-anak tertarik untuk menikah di usia anak.''


Yang kedua, masih kata Zurhan, anak-anak merasa terhimpit ekonomi sehingga mereka terdorong untuk menikah dini dengan harapan pernikahan tersebut dapat mengubah nasib mereka.


_____________________________________________________________________________


Potret desa buruh migran dalam tulisan ini adalah bagian dari seri 'Generasi Tanpa Asuhan Ibu' di BBCIndonesia.com dan juga di Radio BBC Indonesia.

COMMENTS

Name

"Om Telolet Om" juga menular ke artis K-Pop Korea #HumanTrafficking #TKI Korea Ilegal 10 Sandera Abu Sayyaf dibebaskan 132 WNI dideportasi Malaysia 1st Session D 2017 1st Session B 2017 1st Session C 2017 2nd Session A 2017 2nd Session B 2017 3th Session A 2017 3th Session B 2017 3th Session D 2017 4th Session B 2017 4th Session D 3 juta 46 WNI Dievakuasi dari Yaman Lewat Oman 4th Session A Agus Susanto Ahmad Heryawan ahok main pecat Aleppo Memanas ALUR PELAKSANAAN EPS-TOPIK TAHUN INI DAN DENAH LOKASI UJIAN Amnesti kepada WNI Anak TKI Ancaman Indonesia untuk tarik TKI sektor perikanan dari Malaysia Antisipasi TKI Ikut Gerakan Radikal Antisipasi TKI terlibat ISIS Arab Saudi Bank BJB Berita Berita TKI Bisa Banget BNP2TKI BNP2TKI bersama Interpol Tanggulangi Human Trafficking Berkedok TKI BNP2TKI Upayakan Tekan Angka Deportasi BPJS BPJS Ketenagakerjaan Budaya Ziarah Mulia Busanhaeng Cai Lun Cinta Di Sarawak Dijebak Bawa Sabu 4 Kg Download Download Ujian CBT EPS-TOPIK Asli DPR: perkuat diplomasi terkait sektor TKI Drs. Harris Nainggolan Durian Bhineka Bawor EPS-TOPIK EPS-TOPIK 2017 4th Session B EPS-TOPIK 2017 4th Session C EPS-TOPIK TAHUN INI Foto Kegiatan Game Online Berbahaya HAK DAN KEWAJIBAN TKI Hongkong Honor Kerja di Luarnegeri Hukum Kebiri Bisa Bikin Pelaku jadi Psikopat Hukum Kebiri Bisa Bikin Predator Bunuh Diri Hukuman Mati Humor Ibu Tuti Alawiyah Wafat Ima Matul Maisaroh Indonesia juara deportasi Indonesia Minta Amnesti untuk TKI Bermasalah di UEA Info Seputar Korea Selatan Info Terbang Ini Penyebab Masih Banyak TKI Terjebak Masuk Suriah JADWAL PELAKSANAAN UJIAN I (EPS-TOPIK) PBT TAHUN 2017 JADWAL UJIAN EPS-TOPIK Jaminan Sosial TKI Jembatan "Dilarang Bunuh Diri" di Kupang Jepang Jokowi Jokowi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Asia Kamus Per-TKW-an KBRI Amman Selamatkan Hak TKI Hingga USD1 KBRI Pulangkan Lagi 15 TKW dari Suriah KBRI Sedang Upayakan Pencarian TKI Ilegal Korea Kegiatan Belajar Mengajar 2013 Kelas Pemantapan April 2014 Kelilingilah Nusantara keluarga Kemenaker Pastikan 2018 Tak Ada TKI Jadi PRT Kemenlu Janji Bantu Pembebasan TKI Ponorogo Kepala BNP2TKI Kepala BNP2TKI: DYN Terduga teroris Adalah TKI Kepulangan TKI Secara Mandiri Kereta Menuju Busan Kinerja BNP2TKI Kisah Sri Rahayu TKI dari Sumbawa yang terjebak Raqqa Suriah kisah TKI Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah Korban Tindik di Operasi Hindari Deportasi Korea Kebanjiran Turis Indonesia Korea Selatan KPAI Desak Moratorium TKW Lagi Malaysia usir 69 TKI ilegal Majelis Taklim Onair TKW di Taiwan Malaysia Manfaat Bawang Putih Mantan TKI Berdayakan Petani Bangun Wisata Agro Mau jalan-jalan ke Korea? Media di Taiwan Ramai Beritakan Pembunuhan WNI Menaker Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Menaker Serahkan Asuransi PHK bagi TKI Bin Ladin Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel Menaker Tegaskan Kawasan Timur Tengah Tetap Tertutup untuk TKI PRT Menguasai Bahasa Asing Menlu Imbau TKI Tidak Terjebak Ajaran Ekstrim Menteri Hanif: Bohong Besar Ada 10 Juta Pekerja China di RI Menteri Yudi Serius Ingin Pensiunkan Sejuta PNS Secara Dini MH Migran Care Migrant Care MOTIVASI Multi Tafsir TKI Mumpung Masih Muda National Pension Service Novum Banding Vonis TKW Rita NU Taiwan Gelar Tablig Akbar Nusron ke Istana Klarifikasi TKI ISIS Nusron ke Korsel Nusron nyatakan siap rangkap jabatan Opini Opini/Artikel Orang Korea Rajin Merawat Makam Orangutan di Bonbin Inggris Pak Jokowi minta BNP2TKI tingkatkan deradikalisasi Panel Simulasi Ujian CBT EPS-TOPIK Asli PAP 18 - 23 JULI 2016 Park Geun-hye Pasukan Peserta EPS-TOPIK 2013 Pelajaran Dari Setangkai Mawar Penampungan TKI Ilegal PENGEMBALIAN UANG PRA PENDAFTARAN UJIAN Pengiriman TKI ke Qatar dihentikan Peningkatan SDM TKI PERC Perlukah? Perusahaan Bin Laden Saudi PHK Ribuan TKI Piknik ke Korea Bareng Orangtua dengan Bujet Rp 10 juta Piknik ke Korea Bareng Orangtua Itu Tidak Mahal Poltekes Kemenkes Presiden Korsel Program G to G Program G to G Korea Program Kerjasama Pemulihan Cacat Bagi TKI Malaysia Program Upskilling BNP2TKI untuk Tingkatkan TKI Sektor Keperawatan Proses Proses Kerja ke Korea Proses Yang Harus Ditempuh TKI Korea Ilegal Untuk Pulang Ke Indonesia Qatar butuh TKI untuk Piala Dunia 2022 Qishas Quiz EPS-TOPIK Raja Salman rata-rata 200 TKI meninggal setiap tahunnya RI Desak Bin Ladin Group Penuhi Hak TKI Ribuan Anak hasil hubungan gelap TKI Rita Divonis Mati di Malaysia Rupa-rupa scan paspor yang benar SE Sekarang TKI Bisa Kuliah Jarak Jauh Selain Skill TKI Pun Perlu Pendidikan Formal Seoul Sertifikasi Profesi LSP Komputer bagi TKI Malaysia Sertifikat Kompetensi (EPS-TOPIK) SH Siapa itu TKI? Singapura Sisvamedi Skill Test SOAL-SOAL TRYOUT EPS-TOPIK Solok Sosialisasi Proses Penempatan TKI di Purbalingga oleh BNP2TKI Srikandi Indonesia berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS Sulit Mendapat Akte Lahir taiwan perhatikan keperluan TKI muslim TEMAN BERKISAH TENTANG KEHIDUPAN TKI ILEGAL DI KOREA Tersedia tempat nyaman bagi TKI di Taiwan The Political and Economi Risk Consultancy Tips Liburan Pertama Kali Ke Korea Selatan TKI TKI Dewi Sukowati divonis 18 Tahun di Singapura TKI Di Saudi dihimbau Agar Pulang TKI Harus Menabung untuk Masa Depan TKI Indonesia terbanyak di Korea TKI Korea bisa klaim JHT di BPJS-TK TKI Madiun meninggal di Hong Kong TKI menerbitkan buku guide loh TKI Nulis TKI Nulis Surat "Putus" Ke Pacar Inggrisnya TKI Purna Kerja Korea TKI Sektor Keperawatan TKI Simbol Tidak Terciptanya Kesejahteraan Bangsa TKI Taiwan diajari tata cara bertani organik TKI vs TKO TKI yang Dapat Amnesti di Saudi TKW Rita Divonis Gantung di Malaysia TKW Rita Divonis Mati di Malaysia TKW Suriah TKW: Antara Devisa dan Derita Tomy Kurniawan Ts'ai Lun Ujian CBT EPS-TOPIK Asli Upah TKI di Taiwan naik Upah TKI Taiwan Urus paspor TKI ke Malaysia makin mudah Video Viral VIDEO Pria Purwokerto Ini Jadi Tamu VVIP Bertemu Langsung Patrick Kluivert Direktur PSG Vonis TKI Wanita Calon 'Pengantin' ke Istana Pernah Jadi TKI di Oman Warta LPK Wisata Yayasan Panca Karsa Meminta Pemerintah Respon Kasus TKI 부산행
false
ltr
item
lpk-tkimandiri.com: Satu Desa TKI di Lombok, 350 Anak Ditinggalkan oleh Orang Tua
Satu Desa TKI di Lombok, 350 Anak Ditinggalkan oleh Orang Tua
https://lpkglobal.com/wp-content/uploads/2017/03/MenurutSuharti-banyaknya-anak-yang-ditinggalkan-oleh-orang-tua-mereka-untuk-mencari-kerja-patut-segera-diantisipasi-sebab-dapat-menimbulkan-masalah-sosial-1-300x169.jpg
lpk-tkimandiri.com
https://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/satu-desa-tki-di-lombok-350-anak.html
https://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/satu-desa-tki-di-lombok-350-anak.html
true
6922277753581409477
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy