TKI Perlu Dibekali Keahlian dan Pengetahuan Agar pelanggaran hak dan kekerasan kepada TKI bisa diantisipasi

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu mungkin tepat dialamatkan kepada Suswanti, perempuan 30 tahun asal Cilacap...

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa itu mungkin tepat dialamatkan kepada Suswanti, perempuan 30 tahun asal Cilacap Jawa Tengah yang mengadu nasib menjadi pekerja rumah tangga (PRT) di Singapura. Alih-alih mencari peruntungan di negeri orang, Suswanti malah terpaksa kabur dari rumah majikannya ketika baru bekerja 5,5 bulan dari kontraknya selama dua tahun.


Kaburnya Suswanti bukan tanpa alasan. Ia mengaku mendapat perlakuan keji dari majikan dan bekerja di luar yang diperjanjikan. Soal jam kerja misalnya. Ia bekerja sejak pukul lima pagi hingga pukul satu dini hari. Tiap tiga kali seminggu ia juga disuruh membersihkan jendela luar di lantai empat tanpa peralatan keamanan yang memadai. Selama bekerja, gajinya belum pernah dibayarkan. Akhirnya ia kabur ke Kedubes RI di Singapura dan lalu dipulangkan ke Indonesia.


Kisah Suswanti juga banyak dialami oleh para TKI lain. Sofiyati misalnya. Mantan PRT yang pernah bekerja di Arab Saudi lebih dari tujuh tahun ini juga memiliki pengalaman serupa. Seperti bekerja di luar yang telah diperjanjikan, jam kerja yang bahkan mencapai 22 jam tiap hari. Ia pun akhirnya bisa kabur dari rumah majikan dan kembali ke kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur.


Koordinator Jaringan Kerja Layak PRT (Jala PRT), Lita Anggraeni mengatakan kondisi kerja PRT di luar negeri cenderung tidak layak. Ironisnya, berdasarkan data ILO tahun 2009, sebagian besar PRT adalah kaum perempuan, jumlahnya lebih dari 100 juta orang. Sedangkan data BNP2TKI, menyebut jumlah TKI yang menjadi PRT di luar negeri jumlahnya 92 persen.


Tiap tahun, lanjut Lita, pelanggaran hak dan tingkat kekerasan terhadap TKI terus meningkat. Dibandingkan dengan Hong Kong, intensitas tindak kekerasan yang menimpa TKI lebih besar di Arab Saudi dan Malaysia. Melansir data BNP2TKI tahun 2010, Lita menyebut terdapat 2400 kasus yang menimpa TKI di Arab Saudi.


Tingginya angka kekerasan dan pelanggaran hak para TKI itu dinilai sebagai akibat minimnya pembekalan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan terhadap calon TKI. Oleh karenanya, TKI kesulitan menghadapi budaya, sistem hukum dan sosial yang ada di negara tujuan. Sehingga terjadilah tindakan pelanggaran yang merugikan TKI.


Ironisnya, pemerintah dinilai absen dalam memberi perlindungan kepada TKI yang tersangkut masalah. Misalnya, tidak ada peraturan yang secara komprehensif mengatur tentang pendidikan dan pelatihan sebelum keberangkatan, lanjut Lita.


Kurikulum pendidikan dan pelatihan sebelum keberangkatan yang ada saat ini menurut Lita hanya menitikberatkan pada keahlian pelayanan dan tidak berprespektif HAM. Akibatnya, perlindungan terhadap TKI PRT terpinggirkan. “Pemerintah seharusnya melindungi,” kata Lita dalam diskusi di Cikini, Jakarta.


Sofiyati membenarkan hal itu. Ia mengaku tidak mendapat pendidikan dan pelatihan apapun sebelum diberangkatkan untuk bekerja di Riyadh. Alhasil, selama dua bulan bekerja dia kebingungan untuk memahami bahasa dan budaya di salah satu kota terbesar di Arab Saudi itu. Parahnya lagi dia kerap disiksa karena tidak menjalankan perintah majikan secara benar.


Dari pengalamannya itu Sofiyati mengatakan pendidikan dan pelatihan yang komprehensif bagi TKI sebelum diberangkatkan ke negara tujuan kerja, sangat penting. Terutama pemahaman bahasa dan budaya. “Di sini diajarin masak nasi rawon, soto, tapi pas sampai di sana keinginan majikan beda,” Sofiyati membeberkan.


Pada kesempatan yang sama pengurus KAPAL Perempuan, Budhis Utami, menambahkan bahwa rentang waktu yang digunakan untuk pendidikan dan pelatihan TKI sebelum diberangkatkan, khususnya ke wilayah Timur Tengah tergolong sebentar. Sehingga bekal pengetahuan yang dibawa TKI ke negara tujuan tidak cukup untuk menjawab persoalan yang dihadapi.


Selain itu Budhis menilai modul pendidikan dan pelatihan yang selama ini digunakan harus diubah agar mampu memberi informasi yang jelas mengenai hak TKI. Selain itu harus ada regulasi yang tegas dan mengutamakan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang berperspektif HAM dan Gender. “Perbaikan modul harus disertai peraturan tegas yang mengutamakan pendidikan,” kata Budhis.


Sementara, Kepala Subdit Pengembangan Standardisasi Kompetensi Dirjen Binalattas Kemenakertrans, Eko Widayanto, mengatakan secara umum regulasi yang diterbitkan pemerintah sudah lengkap. Mulai dari perekrutan TKI, syarat pendirian Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), pengiriman TKI dan lainnya.


Salah satunya Permenakertrans No PER.23/MEN/IX/2009 tentang Pendidikan Dan Pelatihan Kerja Bagi Calon TKI. Namun, dalam pelaksanaannya Eko mengakui terdapat penyimpangan. Oleh karenanya, mulai 1 Mei 2012 Eko menjelaskan pemerintah mulai membenahi kelemahan dengan cara menggunakan sistem online pada setiap kegiatan pengelolaan TKI. “Untuk mencegah penyelewengan,” kata dia.


Mengenai pengawasan terhadap BLK, Eko menyebut hal itu adalah kewenangan Disnakertrans Kabupaten/Kota. Jika terdapat lembaga pelatihan yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka dapat ditutup.


Sedangkan, lembaga yang menilai kompetensi TKI sebelum diberangkatkan adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diawasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jika tidak memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan maka TKI tersebut tidak dapat dikirim ke luar negeri, lanjut Eko.


Persoalan yang sering dihadapi TKI yang tersangkut masalah di luar negeri menurut Eko diakibatkan oleh minimnya informasi yang di dapat oleh calon TKI. Sehingga dia tidak mengetahui persyaratan yang harus dilewati sebelum bekerja ke luar negeri. Oleh karenanya Eko mendukung langkah yang dilakukan sejumlah LSM yang fokus terhadap pekerja migran, karena memberi informasi dan advokasi terhadap para pekerja migran.

COMMENTS

Name

"Om Telolet Om" juga menular ke artis K-Pop Korea #HumanTrafficking #TKI Korea Ilegal 10 Sandera Abu Sayyaf dibebaskan 132 WNI dideportasi Malaysia 1st Session D 2017 1st Session B 2017 1st Session C 2017 2nd Session A 2017 2nd Session B 2017 3th Session A 2017 3th Session B 2017 3th Session D 2017 4th Session B 2017 4th Session D 3 juta 46 WNI Dievakuasi dari Yaman Lewat Oman 4th Session A Agus Susanto Ahmad Heryawan ahok main pecat Aleppo Memanas ALUR PELAKSANAAN EPS-TOPIK TAHUN INI DAN DENAH LOKASI UJIAN Amnesti kepada WNI Anak TKI Ancaman Indonesia untuk tarik TKI sektor perikanan dari Malaysia Antisipasi TKI Ikut Gerakan Radikal Antisipasi TKI terlibat ISIS Arab Saudi Bank BJB Berita Berita TKI Bisa Banget BNP2TKI BNP2TKI bersama Interpol Tanggulangi Human Trafficking Berkedok TKI BNP2TKI Upayakan Tekan Angka Deportasi BPJS BPJS Ketenagakerjaan Budaya Ziarah Mulia Busanhaeng Cai Lun Cinta Di Sarawak Dijebak Bawa Sabu 4 Kg Download Download Ujian CBT EPS-TOPIK Asli DPR: perkuat diplomasi terkait sektor TKI Drs. Harris Nainggolan Durian Bhineka Bawor EPS-TOPIK EPS-TOPIK 2017 4th Session B EPS-TOPIK 2017 4th Session C EPS-TOPIK TAHUN INI Foto Kegiatan Game Online Berbahaya HAK DAN KEWAJIBAN TKI Hongkong Honor Kerja di Luarnegeri Hukum Kebiri Bisa Bikin Pelaku jadi Psikopat Hukum Kebiri Bisa Bikin Predator Bunuh Diri Hukuman Mati Humor Ibu Tuti Alawiyah Wafat Ima Matul Maisaroh Indonesia juara deportasi Indonesia Minta Amnesti untuk TKI Bermasalah di UEA Info Seputar Korea Selatan Info Terbang Ini Penyebab Masih Banyak TKI Terjebak Masuk Suriah JADWAL PELAKSANAAN UJIAN I (EPS-TOPIK) PBT TAHUN 2017 JADWAL UJIAN EPS-TOPIK Jaminan Sosial TKI Jembatan "Dilarang Bunuh Diri" di Kupang Jepang Jokowi Jokowi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif Asia Kamus Per-TKW-an KBRI Amman Selamatkan Hak TKI Hingga USD1 KBRI Pulangkan Lagi 15 TKW dari Suriah KBRI Sedang Upayakan Pencarian TKI Ilegal Korea Kegiatan Belajar Mengajar 2013 Kelas Pemantapan April 2014 Kelilingilah Nusantara keluarga Kemenaker Pastikan 2018 Tak Ada TKI Jadi PRT Kemenlu Janji Bantu Pembebasan TKI Ponorogo Kepala BNP2TKI Kepala BNP2TKI: DYN Terduga teroris Adalah TKI Kepulangan TKI Secara Mandiri Kereta Menuju Busan Kinerja BNP2TKI Kisah Sri Rahayu TKI dari Sumbawa yang terjebak Raqqa Suriah kisah TKI Kisah TKW korban "Trafficing" ke Suriah Korban Tindik di Operasi Hindari Deportasi Korea Kebanjiran Turis Indonesia Korea Selatan KPAI Desak Moratorium TKW Lagi Malaysia usir 69 TKI ilegal Majelis Taklim Onair TKW di Taiwan Malaysia Manfaat Bawang Putih Mantan TKI Berdayakan Petani Bangun Wisata Agro Mau jalan-jalan ke Korea? Media di Taiwan Ramai Beritakan Pembunuhan WNI Menaker Resmikan Peletakan Batu Pertama Perumahan TKI Menaker Serahkan Asuransi PHK bagi TKI Bin Ladin Menaker Soroti TKI Overstay di Korsel Menaker Tegaskan Kawasan Timur Tengah Tetap Tertutup untuk TKI PRT Menguasai Bahasa Asing Menlu Imbau TKI Tidak Terjebak Ajaran Ekstrim Menteri Hanif: Bohong Besar Ada 10 Juta Pekerja China di RI Menteri Yudi Serius Ingin Pensiunkan Sejuta PNS Secara Dini MH Migran Care Migrant Care MOTIVASI Multi Tafsir TKI Mumpung Masih Muda National Pension Service Novum Banding Vonis TKW Rita NU Taiwan Gelar Tablig Akbar Nusron ke Istana Klarifikasi TKI ISIS Nusron ke Korsel Nusron nyatakan siap rangkap jabatan Opini Opini/Artikel Orang Korea Rajin Merawat Makam Orangutan di Bonbin Inggris Pak Jokowi minta BNP2TKI tingkatkan deradikalisasi Panel Simulasi Ujian CBT EPS-TOPIK Asli PAP 18 - 23 JULI 2016 Park Geun-hye Pasukan Peserta EPS-TOPIK 2013 Pelajaran Dari Setangkai Mawar Penampungan TKI Ilegal PENGEMBALIAN UANG PRA PENDAFTARAN UJIAN Pengiriman TKI ke Qatar dihentikan Peningkatan SDM TKI PERC Perlukah? Perusahaan Bin Laden Saudi PHK Ribuan TKI Piknik ke Korea Bareng Orangtua dengan Bujet Rp 10 juta Piknik ke Korea Bareng Orangtua Itu Tidak Mahal Poltekes Kemenkes Presiden Korsel Program G to G Program G to G Korea Program Kerjasama Pemulihan Cacat Bagi TKI Malaysia Program Upskilling BNP2TKI untuk Tingkatkan TKI Sektor Keperawatan Proses Proses Kerja ke Korea Proses Yang Harus Ditempuh TKI Korea Ilegal Untuk Pulang Ke Indonesia Qatar butuh TKI untuk Piala Dunia 2022 Qishas Quiz EPS-TOPIK Raja Salman rata-rata 200 TKI meninggal setiap tahunnya RI Desak Bin Ladin Group Penuhi Hak TKI Ribuan Anak hasil hubungan gelap TKI Rita Divonis Mati di Malaysia Rupa-rupa scan paspor yang benar SE Sekarang TKI Bisa Kuliah Jarak Jauh Selain Skill TKI Pun Perlu Pendidikan Formal Seoul Sertifikasi Profesi LSP Komputer bagi TKI Malaysia Sertifikat Kompetensi (EPS-TOPIK) SH Siapa itu TKI? Singapura Sisvamedi Skill Test SOAL-SOAL TRYOUT EPS-TOPIK Solok Sosialisasi Proses Penempatan TKI di Purbalingga oleh BNP2TKI Srikandi Indonesia berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS Sulit Mendapat Akte Lahir taiwan perhatikan keperluan TKI muslim TEMAN BERKISAH TENTANG KEHIDUPAN TKI ILEGAL DI KOREA Tersedia tempat nyaman bagi TKI di Taiwan The Political and Economi Risk Consultancy Tips Liburan Pertama Kali Ke Korea Selatan TKI TKI Dewi Sukowati divonis 18 Tahun di Singapura TKI Di Saudi dihimbau Agar Pulang TKI Harus Menabung untuk Masa Depan TKI Indonesia terbanyak di Korea TKI Korea bisa klaim JHT di BPJS-TK TKI Madiun meninggal di Hong Kong TKI menerbitkan buku guide loh TKI Nulis TKI Nulis Surat "Putus" Ke Pacar Inggrisnya TKI Purna Kerja Korea TKI Sektor Keperawatan TKI Simbol Tidak Terciptanya Kesejahteraan Bangsa TKI Taiwan diajari tata cara bertani organik TKI vs TKO TKI yang Dapat Amnesti di Saudi TKW Rita Divonis Gantung di Malaysia TKW Rita Divonis Mati di Malaysia TKW Suriah TKW: Antara Devisa dan Derita Tomy Kurniawan Ts'ai Lun Ujian CBT EPS-TOPIK Asli Upah TKI di Taiwan naik Upah TKI Taiwan Urus paspor TKI ke Malaysia makin mudah Video Viral VIDEO Pria Purwokerto Ini Jadi Tamu VVIP Bertemu Langsung Patrick Kluivert Direktur PSG Vonis TKI Wanita Calon 'Pengantin' ke Istana Pernah Jadi TKI di Oman Warta LPK Wisata Yayasan Panca Karsa Meminta Pemerintah Respon Kasus TKI 부산행
false
ltr
item
lpk-tkimandiri.com: TKI Perlu Dibekali Keahlian dan Pengetahuan Agar pelanggaran hak dan kekerasan kepada TKI bisa diantisipasi
TKI Perlu Dibekali Keahlian dan Pengetahuan Agar pelanggaran hak dan kekerasan kepada TKI bisa diantisipasi
lpk-tkimandiri.com
https://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/tki-perlu-dibekali-keahlian-dan.html
https://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/
http://www.lpk-tkimandiri.com/2017/03/tki-perlu-dibekali-keahlian-dan.html
true
6922277753581409477
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy